Cetak Artikel Ini  
Ask The Expert - Dr Melanie Sadono, Drg, M. Biomed
Dr. Rose Mini | Dr. Utami Roesli | Tika Bisono | Dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), | Aidil Akbar Madjid, RFC | Rostiana D. Nurdjajadi, M.Si, Psi. |Dr Irsan Hanafi, Sp.OG | Dr Melanie Sadono, Drg, M. Biomed
Q & A KIDS MOUTH  
Dr Melanie Sadono, Drg, M. Biomed
 
Gigi Kuning Akibat Obat
Dokter Melanie, Anak saya berusia 4 tahun. Ia sering sakit dan sering pula mengkonsumsi obat dari dokter. Gigi anak saya pun tidak seputih gigi pada umumnya, warnanya agak kuning, kata orang itu akibat sering minum obat terutama antibiotik. Bukan itu saja, di gigi gerahamnya terdapat lubang-lubang kecil sehingga jika makan selalu ada yang masuk ke dalamnya. Menyikat gigi pun tidak bisa/susah menghilangkan sisa makanan yang menyangkut tersebut. Yang ingin saya tanyakan: Apa penyebab gigi kuning anak saya? Adakah pasta gigi untuk memutihkan kembali? Apakah baik jika sering menyungkil pakai tusuk gigi untuk mengambil sisa makanan di gigi geraham si kecil? Mohon saran dari dokter. Terimakasih.

Asti, Bandung


ibu Asti,
Saya ikut prihatin membaca Ananda tercinta saat tumbuh-kembangnya sering diisi dengan badan kurang sehat. Sehingga memang ada yang harus diutamakan dalam pemberian perawatan pada Ananda, seperti pemberian obat antibiotika jenis tertentu yang diduga bisa mempengaruhi proses mineralisasi serta kalsifikasi tulang dan gigi. Maka pada saat menentukan keutamaan dalam merawat kesehatan Ananda, memang perlu diperhatikan prioritas supaya sehat menjadi tujuan utama yang diharapkan, sehingga hal yang berdampak mempengaruhi seperti pertumbuhan perkembangan gigi-gigi dianggap prioritas selanjutnya setelah "General health" atau kesehatan umum Ananda.

Sebenarnya pertumbuan serta perkembangan gigi-gigi juga perlu diperhatikan, karena secara tidak langsung bisa mempengaruhi tumbuh-kembang Ananda secara umum. Misalnya saja dengan gigi berlubang, sakit, gusi bengkak dan gejala lain yang tidak nyaman yang mungkin timbul, hal ini bisa menurunkan keinginan anak untuk mengunyahkan makanannya dengan sempurna, lebih lanjut bisa membuat anak malas makan, karena segera makanan masuk rongga mulut, mulailah "tahap penderitaan" harus dilewatinya.

Untuk gigi-gigi sulung (gigi bayi/susu) yang mengalami enamel hypoplasia umumnya akibat pengaruh obat-obatan saat ibu mengandung atau bayi masih dalam kandungan. Keadaan ini terutama pada trimester I kehamilan, tahap "organogenesis" atau mulainya tahap pembentukan organ-organ vital, termasuk benih gigi. Sehingga jika pada tahap awal yang mana ibu-ibu hamil mengalami "gangguan" mual, gejala badan tidak fit lainnya, sehingga terkadang perlu pemberian medikasi/obat-obatan untuk mengurangi keluhan tersebut. Akibat dari beberapa obat-obatan tertentu pun akan mempengaruhi perkembangan benih gigi susunya.
 
Tetapi tidak usah terlalu khawatir, yang penting saat ini persiapkan rongga mulut Ananda untuk mulai menanti gigi tetap yang akan tubuh pada usia 5-8 tahun. Diupayakan gangguan gigi sulungnya tidak sampai mengganggu pertumbuhan gigi tetap "dibawah" gigi sulung tersebut. Mudah-mudahan juga, obat-obatan yang telah "beredar" di dalam darah ibu yang sampai ke anak tidak mengakibatkan suatu hal yang tidak diinginkan kelak, terutama terhadap gigi tetapnya kelak. Jadi mulai saat ini, latihlah anak untuk lebih "menyayangi" gigi-giginya dengan segala kekurangannya secara fisik, seperti banyak lubang pada permukaan giginya, dan warna tidak putih (lebih kuning).

Gigi sulung yang ingin diputihkan, ini memang hal baru. Sampai sejauh ini dengan rutin mengunjungi dokter gigi, membersihkan gigi serta gusi diharapkan menghasilkan gigi lebih putih (karena bersih) tetapi sangat tidak dianjurkan menggunakan bahan pemutih gigi dengan menggunakan peroksida! Pasta gigi memang banyak yang ditawarkan, dapat memutihkan gigi, tetapi mekanisme kerja masih belum pasti. Yang jelas setelah gigi dibersihkan oleh dokter gigi, selanjutnya menggunakan pasta gigi yang dapat memutihkan sah-sah saja, tidak dilarang. Hanya perlu diingat, pasta gigi TIDAK ditelan dan anak sudah bisa berkumur.
 
Mengenai penggunaan tusuk gigi, sebenarnya alat ini bisa membantu menghilangkan sisa makanan yang masih tersisa/ menyelip di antara gigi atau di dalam lubang gigi. Namun, seperti pedang bermata dua yaitu bisa menghilangkan sisa makanan yang masih tertinggal tetapi, jika penggunaan tidak tepat maka dapat "mencederai" gusi. Akibatnya  bakteri yang ada dalam "kumpulan sisa makanan" dapat ikut aliran darah, menyebabkan pembengkakan gusi dan lain-lain. Jika dibantu oleh ibu atau yang membantu secara tepat dan baik, tanpa mencederi bagian rongga mulut lain bisa dilakukan.

 1  |  2  |  3  |  4  |  5  |  6  |  7  |  8  |  9  |  10  | »    
BACA JUGA



Disclaimers:
Opinion expressed by author and advertisers are not necessarily those of the editor and publisher. While every case has been taken in the compilation of materials in this site, Nasyith Majidi, the editor and publisher of this site accepts no responsibility for any errors or omissions therein. Readers are advised to consult their medical practitioners for advice on any health and parenting problems.
 
 
Edisi September 2010
 
PILIH EDISI
-  
 
X-Poll
poll
Apa kendala terberat Anda menjelang lebaran tahun ini?
 Asisten Rumah Tangga pulang kampung
 Biaya mudik membengkak
 Pekerjaan kantor menumpuk
 Liburan yang pendek

Lihat Hasil
Vote