| Q & A Kids Health |
|
 |
| |
Anak Sering Berkeringat
Dokter yg terhormat,
Saya punya anak berusia 2 tahun, berat badan 10kg. Jika diraba pada kepala bagian belakang ada benjolan seperti kelenjar. Bahkan di leher bawah dan telinga bawah. Anak saya juga sering berkeringat dan kepalanya terasa agak hangat. Keringat berhenti kalau hangatnya hilang. Satu tahun yang lalu, saya bawa ke dokter anak. Setelah cek darah dan di sinar, dokter mengatakan bahwa paru-paru anak saya lembab. Dokter menganjurkan untuk kontrol rutin selama satu tahun hingga bulan November 2008 lalu. Tapi benjolan kelenjar itu masih ada dan keringat masih banyak sampai sekarang. Apakah benjolan itu akan hilang? Apa benar keringat anak saya akibat lembab paru-parunya? Ataukah ada penyakit lain? Mohon penjelasannya. Terimakasih.
Ully, Jakarta
Ibu Ully yth, Benjolan yang dirasakan pada kepala bagian belakang, leher bawah, serta telinga bawah adalah kelenjar getah bening, yang berfungsi memproduksi sel pertahanan tubuh agar bibit penyakit terhadang di tempat tersebut sehingga tidak menyebar keseluruh tubuh. Sedangkan keringat pada anak sewaktu tidur, disebabkan oleh karena pada saat tersebut anak sedang mengalami pertumbuhan, yang mana pada saat tersebut sel sel otot, sel tulang, sel syaraf dan sel sel lain membelah diri.
Proses ini merupakan reaksi biokimia yang menghasilkan panas, sehingga anak terlihat berkeringat, dan kepala terasa hangat. Paru - paru lembab tidak ada dalam istilah kedokteran. Kemungkinan yang dimaksud dengan dokter anak Anda adalah si kecil menderita tuberkulosis yang memerlukan waktu pengobatan 6 bulan sampai dengan 1 tahun. Untuk menegakkan diagnosis tersebut, tidak dapat hanya dapat ditentukan dengan pemeriksaan darah dan sinar, tetapi memerlukan uji Mantoux, yang mungkin tidak tersedia di tempat Anda berada.
Apabila pengobatan yang diberikan memang sesuai dengan diagnosis tuberkulosis yang dibuat, biasanya berat badan anak ibu setelah 3 bulan pengobatan akan berangsur naik dan menjadi jarang mengalami demam. Apabila berat badan tidak naik, mungkin anak ibu tidak menderita tuberculosis. Apabila benar anak ibu menderita tuberkulosis kelenjar, maka benjolan tersebut akan mengecil, tetapi tidak menghilang, oleh karena merupakan kelenjar getah bening yang merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh.
Dengan demikian masih harus dicari penyebab lain yang menyebabkan keadaan yang dialami anak ibu. Untuk itu, kelenjar getah bening anak ibu harus di biopsi, yaitu mengambil sedikit jaringan dari kelenjar getah bening tadi untuk dilihat dengan mikroskop oleh ahli patologi klinik yang dapat secara langsung melihat kelainan apa yang terjadi. |