| Q & A Kids Behaviour |
|
 |
| |
Pandai Berhitung dan Bicara di Usia Batita
Anak kami laki-laki (Raditya) berusia 2,8 tahun. Sejak usia 1 tahun, ia sudah terlihat menonjol, jelas bicaranya, dan nyambung saat bicara dengan orang dewasa. Saat berumur 1,5 tahun, ia sudah belajar berhitung 1-10 (Indonesia dan Inggris) dan bernyanyi, bahkan lebih dari 20 lagu anak-anak TK ia hafal di usia 2 tahun. Ini semua tak pernah dipaksa, bahkan kami tak mengajarinya. Ia belajar dari teman main yang lebih tua (5-6 tahun) atau dari lagu rekaman.
Saat ini jika bermain dengan anak sebayanya, kerap setelah pulang ia menyampaikan penilaian. Si A belum bisa berhitung, si B belum bisa bernyanyi, dan seterusnya. Kami agak khawatir jika terus sekolah di playgroup akan terjadi perlambatan perkembangan. Namun di TK Kecil (4-5 tahun) -- meski kami yakin ia mampu mengikuti -- tapi jika dilihat usia dan fisiknya pasti masih tertinggal. Bu, apa sebaiknya yang kami lakukan? Apakah usia 2,8 tahun sudah bisa diketahui (tes) IQ dan EQ-nya?
Yenny Yuliastanti, Bekasi
Memang membanggakan punya putra yang cerdas seperti adinda Raditya. Tampaknya ia menunjukkan kemampuan yang lebih dibanding anak-anak seusianya, khususnya untuk kemampuan bahasa dan logika matematika. Hal ini terlihat sejak usia 1 tahun, ia sudah pandai bicara dan dapat berhitung. Kemampuan ini ia peroleh bisa jadi sebagai akibat di rumah dan di sekolah. Ia lebih banyak menerima stimulasi yang berhubungan dengan bahasa dan angka. Saya dapat memahami apa yang Anda rasakan. Memang buat anak seperti Raditya, orang tua dituntut perannya untuk dapat memberi stimulasi secara tepat agar perkembangannya optimal.
Ibu Yenny, untuk saat ini sebaiknya si kecil tetap di playgroup agar tetap bisa berinteraksi dengan anak-anak seusianya. Namun Anda dapat menyampaikan kondisi Raditya kepada gurunya dan meminta mereka memberi stimulasi yang lebih beragam, tak sekadar aktivitas yang menstimulasi kemampuan bahasa dan logika matematika. Masih banyak jenis kecerdasan yang dapat dikembangkan Raditya, seperti kecerdasan gerak tubuh, interpersonal, dan natural.
Untuk mengembangkan kecerdasan gerak tubuh, buah hati Anda bisa diajak bermain pantomim, berolahraga, dan seterusnya. Adapun kecerdasan interpersonal dapat dikembangkan lewat permainan yang dilakukan secara tim, seperti sepak bola atau mengikutsertakannya dalam berbagai kegiatan sosial. Jika beragam kecerdasan ini distimulasi secara optimal, tentunya akan banyak manfaatnya buat kehidupan buah hati Anda kelak. Namun, hal ini tentu dilakukan dengan tetap tak memaksa anak. Di rumah, orangtua juga dapat mengajaknya untuk melakukan aktivitas yang dapat menstimulasi kecerdasannya, seperti berkunjung ke kebun binatang untuk merangsang kecerdasan natural, bermain balok susun buat menstimulasi kecerdasan visual spasial, dan lainnya.
Perlukah tes IQ? Bu Yenny, anak seusia adinda Raditya masih memungkinkan kecerdasannya terus berkembang. Untuk itu belum perlu dilakukan pengetesan. Semoga kelak si kecil dapat membahagiakan kedua orangtuanya. *
|