Cetak Artikel Ini  
Ask The Expert - Dr. Rose Mini A. Prianto, M.Psi.
Dr. Rose Mini | Dr. Utami Roesli | Tika Bisono | Dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), | Aidil Akbar Madjid, RFC | Rostiana D. Nurdjajadi, M.Si, Psi. |Dr Irsan Hanafi, Sp.OG | Dr Melanie Sadono, Drg, M. Biomed
Q & A Kids Behaviour  
Dr. Rose Mini A. Prianto, M.Psi.
 
Anak Sering Mengamuk
Ibu Romi, Saya memiliki 2 orang anak. Tapi anak pertama saya, Agil (7 tahun) sering memperlihatkan prilaku yang membahayakan. Jika marah atau kesal dengan adiknya, Agil sering menodongkan benda-benda tajam, bahkan pisau sekalipun. Sudah berulang kali saya nasihati Agil atas tingkah lakunya itu, tapi justru ia melotot dan lebih galak dari saya. Saya tidak habis pikir, apa yang terjadi dengan anak sulung saya ini. Kata orang, anak saya ini "ketempelan" roh halus dan bisa mengamuk kapan saja. Tapi saya tidak percaya hal-hal seperti itu, bu. Saya dan suami baru bercerai 5 bulan ini dan hak pengasuhan anak jatuh ke saya. Mohon saran dari ibu Romy. Terimakasih.

Miftah, Surabaya


Pada umumnya, perceraian meninggalkan luka dan penderitaan pada anggota keluarga yang bercerai, khususnya anak-anak. Situasi yang ibu ceritakan memang perlu ditelaah lagi, apakah perilaku selalu muncul pada saat terjadinya perceraian atau sudah ada sebelum perceraian. Ada beberapa saran yang mungkin bisa dilakukan dalam menghadapi perilaku Agil.

Pertama yang perlu ibu sadari adalah ibu dan juga keluarga besar lainnya harus merasa nyaman dulu dengan situasi perceraian yang dihadapi. Biasanya, pada masa-masa awal perceraian kualitas pengasuhan yang dialami anak seringkali kurang optimal. Orang tua lebih terfokuskan pada kebutuhan dan penyesuaian status menjadi janda/duda dengan konsekuensi psikologis, sosial dan ekonominya. Oleh karena itu, usahakan agar Ibu bisa menyesuaikan dengan keadaan tersebut agar tidak mempengaruhi gaya pengasuhan ibu pada anak.

Ibu juga harus memperhatikan situasi-situasi yang membuat Agil menjadi marah atau kesal, apakah karena ia merasa tidak diperhatikan atau karena faktor lain. Dengan mengetahui situasi yang menstimulus perilaku yang membahayakan, diharapkan ibu bisa mengantisipasi dan mengarahkannya. Kemudian, jangan lupa memberi perhatian pada masalah sekolah dan lingkungan. Pada situasi perceraian, membuat anak menjadi lebih butuh perhatian dan bantuan ketika anak beradaptasi dengan sekolah dan pelajaran. Ibu dan pengasuh lainnya dapat membantu mengurangi rasa takut anak dengan berkomunikasi dan berempati pada apa yang ia alami.

Ibu juga bisa memberi sudut pandang yang berbeda dalam membuat hubungan agil dengan adiknya menjadi lebih dekat. Jadikan Agil sebagai asisten ibu ketika mengasuh adiknya. Berilah ia kepercayaan bahwa ia pun turut memiliki peranan yang penting di keluarga. Dengan diberikan perhatian serta kepercayaan ini, diharapkan Agil merasa dibutuhkan di dalam keluarga dan dapat lebih sayang dengan adiknya.

Selain itu, harus ada aturan yang jelas agar anak tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Ketika mendisiplinkan anak, maka orang tua harus menyusun batasan yang konkret dan beralasan (memberikan penjelasan yang meyakinkan). Serta harus konsisten sehingga Agil tidak menjadi bingung. Ketika Agil marah, tanyakan apa yang ia inginkan. Lalu arahkan dan contohkan perilaku yang dibolehkan. Anak perlu mengetahui bahwa orang lain akan mendengarkan mereka dan memahami perkataannya, tanpa perlu menunjukkan kekerasan. Intinya buatlah situasi di rumah menjadi tempat yang aman, terlindungi dan menyenangkan bagi anak-anak. Kemudian, ibu bisa mengalihkan energi anak ke kegiatan yang positif sehingga anak bisa belajar hal lain yang ia temui di kegiatan sosial. Hubungan dengan teman sebaya memegang peranan penting yang baru.

 1  |  2  |  3  |  4  |  5  |  6  |  7  |  8  |  9  |  10  | »    
BACA JUGA



Disclaimers:
Opinion expressed by author and advertisers are not necessarily those of the editor and publisher. While every case has been taken in the compilation of materials in this site, Nasyith Majidi, the editor and publisher of this site accepts no responsibility for any errors or omissions therein. Readers are advised to consult their medical practitioners for advice on any health and parenting problems.
 
 
Edisi September 2010
 
PILIH EDISI
-  
 
X-Poll
poll
Apa kendala terberat Anda menjelang lebaran tahun ini?
 Asisten Rumah Tangga pulang kampung
 Biaya mudik membengkak
 Pekerjaan kantor menumpuk
 Liburan yang pendek

Lihat Hasil
Vote