 |
 |
 |
 |
Cetak Artikel Ini |
|
Ask The Expert - Rostiana D. Nurdjajadi, M.Si, Psi. |
| | | | | | | | |
 |
| Q & A SEX & MARRIAGE |
|
 |
| |
Suka Mencium Ketiak Suami
Dear Ibu Rostiana, pernikahan kami sudah berjalan 1,5 tahun dan belum dikaruniai anak. Saya sangat suka mencium ketiak suami yang dalam keadaan belum mandi, yang bahkan mungkin dia sendiri pun tidak sanggup untuk mencium ketiaknya sendiri. Bu apa ada kelainan tersendiri pada saya ataukah hanya satu bentuk rasa kedekatan dan ketergantungan pada suami, mengingat kami hanya berdua di rumah, dan bisa bermesraan di setiap sudut rumah.Terima kasih.
Eka, Pekanbaru
Ibu Eka di Pekanbaru, cara orang mengekspresikan cinta ataupun kedekatan hubungan suami-istri memang sangat bervariasi, mulai dari yang sangat terbatas atau bisa dikatakan jarang diekspresikan baik lewat kata-kata maupun tindakan sampai ada kebiasaan (ritual ) tertentu seperti soen sayang 3x setiap bangun tidur atau kebiasan lainnya seperti yang Anda lakukan terhadap suami. Apakah hal tersebut merupakan kelainan? Saya kira ukurannya sangat subyektif. Sepanjang ”ritual” yang dilakukan tidak menyimpang dari norma masyarakat, tidak menyakiti baik secara fisik maupun verbal (lewat kata-kata) dan tentunya dapat diterima oleh pasan tersebut justru mengganggu atau membuat tidak nyaman pasangan Anda, saya kira perlu dibicarakan lebih lanjut dengan pasangan.
Ada kalanya pasangan tidak menyukai tindakan yang ia terima namun membiarkan saja dengan alasan takut menyinggung perasaan sehingga akhirnya justru menanggung beban batin. Kondisi demikian tentu saja akan menciptakan ”erosi” dalam hubungan suami-istri jika tidak segera terdeteksi dan diselesaikan. Jadi dalam kasus Anda, sepanjang suami tidak keberatan atau ia juga menikmati kebiasaan Anda ya silahkan saja. Kendati begitu ada baiknya jika anda memastikan bahwa ia tidak terganggu dengan kebiasaan anda yang unik tersebut.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
Disclaimers:
Opinion expressed by author and advertisers are
not necessarily those of the editor and publisher.
While every case has been taken in the compilation
of materials in this site, Nasyith
Majidi, the editor and publisher of this site
accepts no responsibility for any errors or omissions
therein. Readers are advised to consult their medical
practitioners for advice on any health and parenting
problems. |
 |
|
|
|
 |
|