Cetak Artikel Ini  
As They Grow - 0-12 Months
Aku Mau Maem Itu, Bunda

ASI dan susu formula bisa dikatakan sebagai makanan utama bagi bayi. Namun, selayaknya orang dewasa yang ingin mencicipi variasi makanan lain, buah hati pun bisa mulai dikenalkan dengan makanan pendamping.

Semua orangtua pasti ingin yang terbaik untuk buah hatinya. Tidaklah mengherankan bila Diani (27 tahun), ibu muda yang baru mempunyai seorang bayi perempuan mungil berusia 6 bulan ini  juga demikian. Namun mengingat jam terbangnya sebagai seorang ibu masih kurang, ia masih ‘meraba-raba’ makanan apa yang baik diberikan dan bisa mencukupi kebutuhan  buah hatinya.

Akhirnya, suatu hari Diani bertandang ke rumah orangtuanya dengan wajah bingung. Tanpa banyak basa-basi, ia bertanya pada sang ibu, “Bu, Alika kan sekarang sudah 6 bulan, kira-kira selain ASI dan tambahan susu formula, makanan apa yang cocok dan bagus untuknya ya?”

 “Jangan bingung, Alika bisa mulai diajari makan kok. Ada beberapa jenis makanan dan resep buatan sendiri yang dulu juga sering ibu berikan untuk kamu. Nanti ibu ajari bagaimana meraciknya, atau bisa juga diolah dari makanan kemasan yang ada di supermarket,” tutur sang ibu sambil tersenyum-senyum melihat ‘kepanikan’ sang anak yang telah memberinya seorang cucu.

KAPAN MULAI BISA DIBERIKAN?
Air Susu Ibu (ASI) memang merupakan makanan utama yang dibutuhkan bayi. Pemberian ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan sangat dianjurkan karena kandungan dalam ASI memang sangat bermanfaat untuk mengoptimalkan perkembangan bayi.

Bayi yang hanya diminumkan ASI eksklusif, selepas usia 6 bulan mulai dapat diberikan makanan tambahan atau yang biasa disebut sebagai makanan pendamping ASI. Bila bayi sudah terbiasa minum ASI yang dipadukan dengan susu formula ataupun karena suatu keadaan si bayi hanya mengkonsumsi susu formula saja, maka makanan pendamping dapat diperkenalkan paling cepat pada saat bayi berusia 4 bulan.

Ahli Gizi Titi Soenardi, dalam suatu seminar mengemukakan bahwa berbagai jenis makanan memang sebaiknya dikenalkan pada anak sejak masih bayi karena manfaatnya tidak hanya dapat mendukung perkembangan otak, tetapi juga fisik, semisal pertumbuhan tulang. “Selain ASI atau susu formula, makanan pendamping pun dapat diberikan pada bayi, misalnya dengan diblender,” ujar Titi yang mengajar di Akademi Gizi Bogor dan juga aktif di Organisasi Profesi Persatuan Ahli Gizi Indonesia ini.

JENIS MAKANAN
Merujuk pada American Academy of Pediatrics, mengenalkan makanan pada bayi memang harus melalui beberapa tahap. Dimulai dengan tahap satu untuk pemula yang diikuti dengan tahap berikutnya bila ia sudah dapat mengkonsumsi makanan lanjutan.

Tahap     Usia    Jenis Makanan
  1. 4-6 bulan    Makanan dengan satu bahan dasar, seperti cereal, buah-buahan dan sayuran yang diblender
  2. 7-8 bulan    Makanan dengan beberapa jenis bahan dasar

  3. 9-12 bulan    Makanan yang lebih bertekstur dan padat yang dapat melatihnya untuk belajar mengunyah.
  4. 12 bulan ke atas    Makanan untuk batita

Kendati demikian, beberapa bayi sudah dapat mengkonsumsi jenis makanan tahap kedua sebelum berusia 7-8 bulan, sementara bahkan yang lainnya justru belum siap walaupun sudah berusia 9-10 bulan. Konsultasikan pada dokter bila buah hati ‘macet’ pada tahap tertentu dan tidak dapat maju ke tahap berikunya.

MAKANAN ‘HOMEMADE’ ALA BUNDA
Begitu banyak pilihan makanan bayi instan yang beredar di pasaran. Kadang, kandungan tambahan garam, gula, penambah rasa serta kandungan lain di dalamnya malahan melarutkan kandungan nutrisi dari bahan makanan aslinya. Mengapa tidak membuat sendiri makanan untuk si kecil? Memenuhi kebutuhan vitamin dan nutrisi untuk memaksimalkan pertumbungan dan perkembangan anak juga bisa dilakukan dengan makanan racikan sendiri yang dibuat di rumah.

Menurut Tuti Soenardi, anak dapat dikenalkan dengan berbagai jenis makanan sejak bayi sehingga tersimpan dalam memorinya, sehingga sewaktu balita ia akan dapat mengingat dan familiar dengan rasa makanan tersebut. Ini akan mengurangi kecenderungan pilih-pilih makanan ketika ia beranjak besar.

 “Selain ASI yang juga masih diberikan, bayi juga dapat diberikan tambahan makanan pendamping yang dibuat dengan cara diblender. Nasi tim dapat diberikan sayuran dan ditambahkan dengan lemak berupa butter (mentega). Bahkan keju lunak juga dapat ditambahkan dalam nasi tim dalam takaran maksimum 5 gram untuk bayi,” jelas Tuti. Dalam situsnya, tuti-soenardi.com, ahli gizi yang juga merupakan pengarang buku “Makanan Untuk Tumbuh Kembang Bayi” ini mencontohkan pilihan bubur susu, bubur buah, 2 porsi nasi tim saring atau 2 porsi nasi tim biasa dan 1 porsi makanan selingan sebagai menu makanan untuk bayi berusia 8-12 bulan.

Yang jelas, dengan keterlibatan menyiapkan dan meracik sendiri makanan buah hati, maka Anda dapat memegang kendali penuh atas pasokan nutrisi, vitamin dan apa yang dibutuhkan bagi perkembangan dan pertumbuhan si kecil. Serta tentunya memupuk kebiasaan makan sehat sejak bayi. Siap meracik? PG


Waktunya kenal makanan padat
Sudah waktunya mengenalkan makanan padat pada si kecil? Simak panduan dari The Institute of Pediatric Nutrition berikut :  
  1. Mengenalkan dan memberikan si kecil makanan padat sebaiknya dimulai pada usia antara 4-6 bulan.
  2. Ingin tahu tanda-tanda kesiapannya? Biasanya bayi siap bila sudah dapat makan dari sendok yang disuapkan.
  3. Bubur ataupun cereal adalah makanan pertama yang dapat dikonsumsinya.
  4. Lakukan eksperimen untuk menemukan waktu terbaik memberinya makanan padat, misalnya sebelum, sesudah ataupun waktu terpisah dari pemberian ASI ataupun susu formula.
  5. Untuk mengetahui apakah si kecil alergi jenis makanan tertentu, berikan satu jenis makanan dulu dan tunggu 3-4 hari sebelum mengenalkannya pada jenis makanan lain.
  6. Mulailah dengan sendok teh saat pertama kali mengenalkan makanan padat. Setelah itu barulah perlahan-lahan tambah porsinya.
  7. Setelah bubur nasi, bisa dicoba jenis makanan lain, seperti oatmeal dan sayur, buah serta terakhir adalah daging yang diblender.
  8. Sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis anak bila pada usia 7-8 bulan si kecil belum juga bisa atau tidak mau mengkonsumsi makanan padat.

Disclaimers:
Opinion expressed by author and advertisers are not necessarily those of the editor and publisher. While every case has been taken in the compilation of materials in this site, Nasyith Majidi, the editor and publisher of this site accepts no responsibility for any errors or omissions therein. Readers are advised to consult their medical practitioners for advice on any health and parenting problems.

 
Edisi September 2010
 
PILIH EDISI
-  
 
X-Poll
poll
Apa kendala terberat Anda menjelang lebaran tahun ini?
 Asisten Rumah Tangga pulang kampung
 Biaya mudik membengkak
 Pekerjaan kantor menumpuk
 Liburan yang pendek

Lihat Hasil
Vote